1. Konferda (Konferensi Daerah) II PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 16 Oktober 2006, merupakan kelanjutan dari sidang Konferda yang diskorsing pada tanggal 09 Juni 2006.
2. Dalam Konferda ini, terdapat 3 (tiga) orang calon Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah), masing-masing, Andi Rudianto Asapa (Bupati Kab Sinjai, Sulawesi Selatan), Asyhab Azis (Sekretaris DPD Sulawesi Selatan periode 2001-2006), dan HZB Palaguna (Anggota Dewan Pertimbangan Pusat Partai).
3. Dalam SK DPP PDI Perjuangan No. 17 Pasal 22 ayat 2 disebutkan bahwa seorang Ketua DPD tidak diperkenankan merangkap jabatan di eksekutif atau legislatif pada jenjang yang lebih rendah. Pengecualian dari hal tersebut harus mendapatkan persetujuan dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai.
4. Sdr. Andi Rudianto Asapa yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Sinjai belum pernah mendapatkan persetujuan (ijin) untuk maju sebagai Ketua DPD Sulsel dari DPP PDI Perjuangan.
5. Konsekuensi dari poin 5 di atas, maka sidang Konferda akhirnya hanya menetapkan 2 (dua) nama yang berhak maju sebagai calon Ketua DPD, yakni: Sdr. Asyhab Azis dan Sdr. HZB Palaguna.
6. Keputusan sidang Konferda tersebut kemudian diikuti dengan langkah walk out dari para utusan yang mendukung Sdr. Andi Rudianto Asapa. Sdr. Asyhab Azis yang ikut mendukung Sdr. Andi Rudianto Asapa akhirnya melakukan langkah yang sama (walk out) dengan membawa sejumlah utusan.
7. Sidang Konferda kemudian dilanjutkan dengan dihadiri lebih dari setengah utusan Cabang dan menetapkan satu-satunya calon Ketua DPD, Sdr. HZB Palaguna sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti 2005-2010.
8. Seluruh rangkaian sidang-sidang Konferda dilaksanakan dengan prosedur dan mekanisme yang benar sesuai dengan AD/ART PDI Perjuangan dan ketentuan lain yang berlaku.
9. Situasi di luar Sidang yang merupakan luapan emosi dari pihak-pihak yang merasa kecewa, sepenuhnya menjadi tanggung jawab yang bersangkutan dan bukan merupakan bagian dari rangkaian Konferda yang telah dilaksanakan secara baik dan demokratis.
Friday, October 20, 2006
Siaran Pers PDI Perjuangan Soal Sulawesi Selatan
Labels:
DPD,
Palaguna,
pdi perjuangan,
Rudianto Asapa,
Siaran Pers,
Sulsel
Thursday, October 05, 2006
PDI Perjuangan Belajar dari Masa Lalu
Dalam sebuah pidato di depan masyarakat Madura, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur, Sirmadji, mengatakan, "Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat bila pada waktu yang lalu, saat kami berkuasa, kami belum memberikan yang terbaik bagi rakyat."
Sejak pascakongres II PDI Perjuangan di Bali tahun 2005 lalu, otokritik semacam ini menjadi pegangan bagi setiap kader PDI Perjuangan dalam melakukan reaktualisasi diri di tengah-tengah masyarakat. Kami menyadari bahwa selama menjadi partai penguasa (meski bukan satu-satunya) pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, kami belum menjalankan tugas dan kewajiban kami selaku insan politik. Bahkan tak jarang, perilaku kader-kader kami dipandang sangat menyakitkan hati rakyat.
Kami akui seluruh kesalahan masa lalu kami sebagai bagian dari proses pendewasaan Partai kami. Tentu sangat tidak mudah bagi kami untuk kembali mengambil hati rakyat. Namun kami yakin sepenuhnya bahwa dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh, rakyat pasti akan memberikan kepercayaannya kembali kepada kami.
Saat ini kami berkonsentrasi penuh pada penataan system building di internal Partai. Kami menerapkan prinsip reward and punishment terhadap kader-kader kami. Kamipun tak tergiur dengan ajakan untuk ambil bagian dalam pemerintahan saat ini. Bagi kami, merebut kembali kepercayaan rakyat dengan bekerja secara sungguh-sungguh menjadi komitmen utama kami.
Dalam pidato pembukaan Konferensi Daerah PDI Perjuangan Provinsi Papua, Barnabas Suebu, Sang Gubernur yang baru saja terpilih berkata, "Dalam pandangan saya, Papua adalah sebuah kapal besar yang sedang membutuhkan nakhoda untuk menuju "Papua Baru" yang sejahtera rakyatnya. Untuk menuju kapal besar itu, saya harus naik perahu kecil (PDI Perjuangan) di tengah dahsyatnya badai. Namun yang mengharukan, tak sesenpun uang sewa yang harus saya keluarkan untuk menaiki perahu kecil itu."
Kami, PDI Perjuangan, sungguh belajar dari pengalaman masa lalu dan berjanji untuk selalu bekerja demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.
Merdeka!!!
Sejak pascakongres II PDI Perjuangan di Bali tahun 2005 lalu, otokritik semacam ini menjadi pegangan bagi setiap kader PDI Perjuangan dalam melakukan reaktualisasi diri di tengah-tengah masyarakat. Kami menyadari bahwa selama menjadi partai penguasa (meski bukan satu-satunya) pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, kami belum menjalankan tugas dan kewajiban kami selaku insan politik. Bahkan tak jarang, perilaku kader-kader kami dipandang sangat menyakitkan hati rakyat.
Kami akui seluruh kesalahan masa lalu kami sebagai bagian dari proses pendewasaan Partai kami. Tentu sangat tidak mudah bagi kami untuk kembali mengambil hati rakyat. Namun kami yakin sepenuhnya bahwa dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh, rakyat pasti akan memberikan kepercayaannya kembali kepada kami.
Saat ini kami berkonsentrasi penuh pada penataan system building di internal Partai. Kami menerapkan prinsip reward and punishment terhadap kader-kader kami. Kamipun tak tergiur dengan ajakan untuk ambil bagian dalam pemerintahan saat ini. Bagi kami, merebut kembali kepercayaan rakyat dengan bekerja secara sungguh-sungguh menjadi komitmen utama kami.
Dalam pidato pembukaan Konferensi Daerah PDI Perjuangan Provinsi Papua, Barnabas Suebu, Sang Gubernur yang baru saja terpilih berkata, "Dalam pandangan saya, Papua adalah sebuah kapal besar yang sedang membutuhkan nakhoda untuk menuju "Papua Baru" yang sejahtera rakyatnya. Untuk menuju kapal besar itu, saya harus naik perahu kecil (PDI Perjuangan) di tengah dahsyatnya badai. Namun yang mengharukan, tak sesenpun uang sewa yang harus saya keluarkan untuk menaiki perahu kecil itu."
Kami, PDI Perjuangan, sungguh belajar dari pengalaman masa lalu dan berjanji untuk selalu bekerja demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.
Merdeka!!!
Labels:
Barnabas Suebu,
Indonesia,
Jawa Timur,
Papua,
pdi perjuangan,
rakyat
Subscribe to:
Posts (Atom)