Tuesday, September 19, 2006

Mulan Kwok dan "Bambang Susilo Yudhoyono"

"Lelaki... buaya darat, busyet aku tertipu lagi.." begitulah sepenggal bait sebuah lagu populer berjudul "Lelaki Buaya Darat" yang dinyanyikan duo Ratu. Grup band yang sedang naik daun, beranggotakan dua cewek cantik berdandanan funky itu memang banyak penggemarnya, terutama dari kalangan anak muda. Maka tak heran bila Partai Demokrat dalam acara penutupan rakernasnya baru-baru ini mengundang mereka untuk tampil mengisi acara.

Namun apa lacur, ketika sedang di atas panggung, salah seorang personilnya, Mulan Kwok, menyebut nama Presiden dengan urutan yang tidak biasa, Bambang Susilo Yudhoyono. Sontak, para kader Partai Demokrat marah dan seketika itu pula Ratu yang malam itu seharusnya tampil membawakan enam lagu, harus menyudahi penampilannya ketika baru menyelesaikan dua lagu.

Dalam acara infotainment keesokan harinya, insiden salah ucap inipun menjadi salah satu berita utama. Adjie Massaid -anggota DPR dari Partai Demokrat- tampil "membela" Presiden dengan mengatakan bahwa tak pantas bagi seorang artis sampai tidak mengenal nama presidennya sendiri.

Sesungguhnya, Mulan Kwok tak sepenuhnya salah. Nama Presiden yang begitu panjang itu memang seringkali menyulitkan kita dalam mengucapnya. Apalagi menurut kelazimannya, "Bambang" biasanya ditaruh sebagai nama depan. Bahkan tak hanya sekali ini kita dengar orang salah dalam menyebut urutan nama Presiden. Dalam salah satu episode "Save Our Nation" di Metro TV, sang narator menyebut nama Presiden dengan urutan persis sama seperti yang diucapkan Mulan.

Klarifikasi sudah dilayangkan oleh Mulan. Ia malam itu mengaku tampil agak grogi, karena ada Presiden. Kita bisa memahaminya, Barangkali dalam benak Mulan saat itu, mau bilang Presiden SBY terasa kurang sopan -nama kok disingkat-singkat-, mau bilang Presiden Susilo, rasanya janggal di telinga. Tak hanya salah ucap nama Presiden, Gus Durpun yang malam itu hadir, dipanggil "Saudara Gus Dur" olehnya. Jadi, sama sekali tak ada unsur kesengajaan di sana. Selamat bernyanyi Mulan!


6 comments:

Pengembara Blog said...

Kebayang ...
Sebuah Partai yang baru lahir lalu langsung mengantarkan Calon Presidennya ke Kursi Kekuasaan
.. Latah deh semua orang ..

"Itu kok BSY bukan SBY!"
"Iya, tidak sesuai itu!"
"Udah lah potong saja"
"Ni acara mulai ngaret lagih"
"Lho kok 'saudara' ?? "
"Ga pake 'Bapak' dia ngomongnya!"
"Ya udah, sekalianin aja!"
"Iya, turunin aja!"
"Matiin listriknya skalian!"
"Evakuasi Presiden butuh ga?!"

Rame bener kira-kira para orang latah mondar-mandir dengan muka serius, semua orang pengen bicara dan pengen kelihatan bicara. Kiranya bisa jadi orang pertama yang memperhatikan dan menjaga kehormatan para VVIP.. Padahal biasa2 saja kelihatannya para VVIP menikmati hiburan..

Atau mungkin memang merupakan tindakan preventif agar para artis tidak melanunkan syair plesetan yang memang sedang ramai didendangkan orang banyak..

"Lel'lakiii Angkatan Darat!
Busyet! Rakyat tertipu lag'ghi..."

...

Thamrin said...

Mas Hendra, untuk yang ini saya bela Mulan (kebetulan cakep juga).

Sebagai manusia wajar kalau dia shilaf dan keseleo lidah, masa nggak boleh? Memangnya robot atau seperti Ali Murtopo dulu yang tidak punya pendapat berbeda (kecuali waktu ngeluarin surat keputusan MPR yang terkahir).

Untuk soal panggilan Megawati memang lebih maju, ia bersedia dipanggil Mbak Ega. Coba kalau Bapak SBY dipanggil Pak Yudho, mau nggak yah?

ame said...

gitu aja repoootttt :P~

Klub Oposisi said...

(Buat Pengembara Blog)
Hati-hati lho, nanti dikenai tuduhan subversif..:P

(Buat Thamrin)
Kami juga bela Mulan kok..;-)

(Buat Ame)
Pasti pendukung setia Gus Dur ya?

ame said...

@ klub oposisi : haha, saya bukan pendukung gus dur, hanya mengutip kalimat / komentar gus dur.

pada intinya saya melihat masalah kecil aja dibuat heboh :P gitu aja repoot! :)

Anonymous said...

salah seorang teman saya senang sekali memplesetkan lagunya Ratu itu:
"wow wow lelaki, angkatan darat
busyet aku tertipu lagi...."

katanya, itu karena kita (pernah) punya dua orang presiden dari angkatan darat, dimana yang dua orang adalah penipu, yang dua lagi pengkhianat....

hehehehehe...